Selasa, 26 Agustus 2014

Pengertian Konflik



A.  Pengertian Konflik
Konflik yang ada harus segera diselesaikan oleh wirausahaan agar produktifitas perusahaan tidak terganggu.
Berikut ini ada beberapa pengertian konflik menurut beberapa pakar, yaitu :
1. Dr.Robert M.Z Lawang Konflik adalah perjuangan untuk memperoleh nilai, status kekuasaan dimana tujuan dan mereka yang berkonflik, tidak hanya memperoleh keuntungan, tetapi juga menundukan saingannya.
2. Drs. Ariyono Suyono Konflik adalah proses atau keadaan dimana kedua belah pihak berusaha saling menggagalkan tercapainya tujuan masing-masing, yang disebabkan adanya perbedaan pendapat, nilai-nilai, ataupun tuntutan dari masing-masing pihak.

B.    Konflik Sebagai Bagian Masalah Dalam Wirausaha
Ada beberapa factor penyebab terjadinya konflik social, yaitu sebagai berikut:
1.   Perbedaan  Individu.
Dalam diri setiap manusia memiliki karakteristik yang khas dan unik, dimana keunikan yang dimiliki menjadi pembeda antara manusia satu dengan manusia yang lain. Melalui perbedaan karakter tersebut memungkinkan terjadinya perbedaan pendapat dan sudut pandang dalam menilai sesuatu, oleh karenanya akan memungkinkan terjadinya pertentangan dan ketidakseleraan dalam interaksi yang dilakukan, hal inilah yang menibulkan konflik. Namun sesungguhnya perbedaan yang dimiliki oleh setiap individu dalam suatu masyarakat tidak harus menjadi faktor pemicu konflik, sebaliknya perbedaan yang ada bias menjadi pelengkap untuk saling mengisi kekurangan masing-masing orang yang terlibat dalam proses social.
2.   Perbedaan Latar Belakang Kebudayaan
Setiap masyarakat pastilah memiliki kebudayaan yang berbeda dengan kebudayaan masyarakat lain. Hal ini disebabkan kebudayaan tersebut berbeda pada tempat dan kondisi tertentu. Dalam kehidupan yang lebih luas, tiap-tiap kelompok kebudayaan memiliki nilai-nilai dan norma-norma social yang berbeda-beda ukurannya sesuai dengan kebutuhan masyarakat setempat. Perbedaan-perbedaan inilah yang memunginkan terjadi konflik social.
3.   Perbedaan Kepentingan.
Setiap manusia pastilah memiliki kepentingan, dan kepentingan pada tiap individu pastilah berbeda. Perbedaan kepentingan pada masing-masing memungkinkan munculnya konflik. Konflik akibat adanya perbedaan kepentingan dapat mnyangkut bidang politik, ekonomi, social, budaya. Misalnya : konflik yang terjadi pada buruh dan pengusaha.
4.   Perubahan Nilai yang cepat
Perubahan nilai terjadi pada setiap masyarakat dimana nilai-nilai social, nilai kebenaran, kesopanan, maupun nilai matrial suatu benda  mengalami perubahan, sehingga perubahan adalah hal yang lazim terjadi. Namu, apabila perubahan nilai berlangsung dengan cepat dan mendadak, maka akan menimbulkan guncangan terhadap proses-proses social dalam masyarakat, bahkan dapat terjadi perubahan karena dianggap mengacaukan tatanan kehidupan

C.Penggolongan Konflik
Dalam berwirausaha dengan memotivasi sikap pantang menyerah dan ulet maka peserta didik juga akan dapat mengetahui bagaimana konflik yang terjadi pada diri seorang wirausaha.Berikut ini akan dijabarkan pengertian dari Konflik dan bagaimana mengelola konflik tersebut.
Sedangkan menurut luthans(1981) konflik adalah yamg ditimbulkan oleh adanya kekuatan yang saling bertentangan.Kekuatan-kekuatan ini menjadi bersumber pada keinginan manusia.Istilah konflik sendiri diterjemahkan dalam beberapa istilah yaitu perbedaan pendapat,persaingan dan permusuhan.
Dengan adanya suatu perbedaan tidak selalu berarti perbedaan keinginan.Sumber dari konflik merupakan suatu adanya perbedaan keinginan,maka perbedaan pendapat tidak selalu berati konflik.Dalam dunia usaha,persaingan sangat erat hubungannya dengan konflik karena dalam persaingan usaha terdapat banyak pihak yang menginginkan hal yang sama namun pada akhirnya,tidak semuanya dapat tercapai.
Konflik tidak selalu harus dihindari,karena tidak selalu konflik itu membawa efek negatif,berbagai konflik yang ringan dan dapat dikendalikan ( dikenal dan ditanggulangi) dapat berakibat positif bagi mereka yang terlibat maupun organisasi.
Sebab-sebab terjadinya konflik dalam berwirausaha sangatlah beragam,diantaranya organisasi dalam berwirausaha,praktek hubungan manusia yang kurang seimbang,konflik batin perorangan.
Menurut James A.F.Stoner dan Charles Wankel menjelaskan bahwa konflik dapat digolongkan sebagai berikut:
1. Konflik Intrapersonal
Adalah konflik yang terdapat dalam diri seseorang,konflik ini terjadi ketika jika pada suatu waktu yang sama seseorang memiliki dua keinginan yang tidak mungkin dipenuhi sekaligus.
Ada tiga macam bentuk konflik Intrapersonal yaitu:
• Konflik Pendekatan-Pendekatan,contohnya orang yang dihadapkan pada dua pilihan yang sama-sama menarik
• Konflik Pendekatan-Penghindaran,contohnya orang yang dihadapkan pada dua pilihan yang sama menyulitkan
• Konflik Penghindaran-Penghindaran,contohnya orang yang dihadapkan pada suatu hal yang mempunyai nilai positif dan negatif
2. Konflik Interpersonal
Adalah suatu pertentangan yang terjadi antara seseorang dengan orang lain karena adanya perbedaan kepentingan atau keinginan,konflik ini biasa terjadi antara dua orang yang berbeda status, jabatan, bidang kerja dan lain-lain.Dalam bidang usaha,hal ini dapat terjadi ketika suatu usaha yang telah berkembang dan melibatkan beberapa karyawan yang terlibat di dalamnya konflik interpersonal.

3. Konflik Antar Individu dan Kelompok.
          hal ini berhubungan denga cara individu menghadapi tekanan- tekanan untuk mencapai konformitas yang ditekankan kepada mereka oleh kelompom kerja mereka. Sebagai contoh , bahwa seseorang individu dapat dihukum oleh kelompok kerjanya karena ia tidak dapat mencapai norma-norma produktifitas kelompok dimana ia berada.




Tidak ada komentar:

Posting Komentar