A. Pengertian Konflik
Konflik yang ada harus segera
diselesaikan oleh wirausahaan agar produktifitas perusahaan tidak terganggu.
Berikut ini ada beberapa pengertian
konflik menurut beberapa pakar, yaitu :
1. Dr.Robert M.Z Lawang Konflik
adalah perjuangan untuk memperoleh nilai, status kekuasaan dimana tujuan dan
mereka yang berkonflik, tidak hanya memperoleh keuntungan, tetapi juga
menundukan saingannya.
2. Drs. Ariyono Suyono Konflik adalah
proses atau keadaan dimana kedua belah pihak berusaha saling menggagalkan
tercapainya tujuan masing-masing, yang disebabkan adanya perbedaan pendapat,
nilai-nilai, ataupun tuntutan dari masing-masing pihak.
B.
Konflik Sebagai Bagian Masalah
Dalam Wirausaha
Ada beberapa factor penyebab terjadinya
konflik social, yaitu sebagai berikut:
1.
Perbedaan Individu.
Dalam
diri setiap manusia memiliki karakteristik yang khas dan unik, dimana keunikan
yang dimiliki menjadi pembeda antara manusia satu dengan manusia yang lain.
Melalui perbedaan karakter tersebut memungkinkan terjadinya perbedaan pendapat
dan sudut pandang dalam menilai sesuatu, oleh karenanya akan memungkinkan
terjadinya pertentangan dan ketidakseleraan dalam interaksi yang dilakukan, hal
inilah yang menibulkan konflik. Namun sesungguhnya perbedaan yang dimiliki oleh
setiap individu dalam suatu masyarakat tidak harus menjadi faktor pemicu
konflik, sebaliknya perbedaan yang ada bias menjadi pelengkap untuk saling
mengisi kekurangan masing-masing orang yang terlibat dalam proses social.
2.
Perbedaan Latar Belakang Kebudayaan
Setiap masyarakat pastilah memiliki kebudayaan
yang berbeda dengan kebudayaan masyarakat lain. Hal ini disebabkan kebudayaan
tersebut berbeda pada tempat dan kondisi tertentu. Dalam kehidupan yang lebih
luas, tiap-tiap kelompok kebudayaan memiliki nilai-nilai dan norma-norma social
yang berbeda-beda ukurannya sesuai dengan kebutuhan masyarakat setempat.
Perbedaan-perbedaan inilah yang memunginkan terjadi konflik social.
3.
Perbedaan Kepentingan.
Setiap manusia pastilah memiliki kepentingan,
dan kepentingan pada tiap individu pastilah berbeda. Perbedaan kepentingan pada
masing-masing memungkinkan munculnya konflik. Konflik akibat adanya perbedaan
kepentingan dapat mnyangkut bidang politik, ekonomi, social, budaya. Misalnya :
konflik yang terjadi pada buruh dan pengusaha.
4.
Perubahan Nilai yang cepat
Perubahan nilai terjadi pada setiap masyarakat
dimana nilai-nilai social, nilai kebenaran, kesopanan, maupun nilai matrial
suatu benda mengalami perubahan,
sehingga perubahan adalah hal yang lazim terjadi. Namu, apabila perubahan nilai
berlangsung dengan cepat dan mendadak, maka akan menimbulkan guncangan terhadap
proses-proses social dalam masyarakat, bahkan dapat terjadi perubahan karena
dianggap mengacaukan tatanan kehidupan
C.Penggolongan Konflik
Dalam berwirausaha dengan memotivasi sikap
pantang menyerah dan ulet maka peserta didik juga akan dapat mengetahui
bagaimana konflik yang terjadi pada diri seorang wirausaha.Berikut ini akan
dijabarkan pengertian dari Konflik dan bagaimana mengelola konflik tersebut.
Sedangkan menurut luthans(1981) konflik adalah
yamg ditimbulkan oleh adanya kekuatan yang saling
bertentangan.Kekuatan-kekuatan ini menjadi bersumber pada keinginan
manusia.Istilah konflik sendiri diterjemahkan dalam beberapa istilah yaitu
perbedaan pendapat,persaingan dan permusuhan.
Dengan adanya suatu perbedaan tidak selalu
berarti perbedaan keinginan.Sumber dari konflik merupakan suatu adanya
perbedaan keinginan,maka perbedaan pendapat tidak selalu berati konflik.Dalam
dunia usaha,persaingan sangat erat hubungannya dengan konflik karena dalam
persaingan usaha terdapat banyak pihak yang menginginkan hal yang sama namun
pada akhirnya,tidak semuanya dapat tercapai.
Konflik tidak selalu harus dihindari,karena
tidak selalu konflik itu membawa efek negatif,berbagai konflik yang ringan dan
dapat dikendalikan ( dikenal dan ditanggulangi) dapat berakibat positif bagi
mereka yang terlibat maupun organisasi.
Sebab-sebab terjadinya konflik dalam berwirausaha
sangatlah beragam,diantaranya organisasi dalam berwirausaha,praktek hubungan
manusia yang kurang seimbang,konflik batin perorangan.
Menurut James A.F.Stoner dan Charles Wankel
menjelaskan bahwa konflik dapat digolongkan sebagai berikut:
1. Konflik Intrapersonal
Adalah konflik yang terdapat dalam diri
seseorang,konflik ini terjadi ketika jika pada suatu waktu yang sama seseorang
memiliki dua keinginan yang tidak mungkin dipenuhi sekaligus.
Ada tiga macam bentuk konflik Intrapersonal
yaitu:
• Konflik Pendekatan-Pendekatan,contohnya
orang yang dihadapkan pada dua pilihan yang sama-sama menarik
• Konflik Pendekatan-Penghindaran,contohnya
orang yang dihadapkan pada dua pilihan yang sama menyulitkan
• Konflik Penghindaran-Penghindaran,contohnya
orang yang dihadapkan pada suatu hal yang mempunyai nilai positif dan negatif
2. Konflik Interpersonal
Adalah suatu pertentangan yang terjadi antara
seseorang dengan orang lain karena adanya perbedaan kepentingan atau
keinginan,konflik ini biasa terjadi antara dua orang yang berbeda status, jabatan,
bidang kerja dan lain-lain.Dalam bidang usaha,hal ini dapat terjadi ketika
suatu usaha yang telah berkembang dan melibatkan beberapa karyawan yang
terlibat di dalamnya konflik interpersonal.
3. Konflik Antar Individu dan Kelompok.
hal ini berhubungan denga cara individu
menghadapi tekanan- tekanan untuk mencapai konformitas yang ditekankan kepada
mereka oleh kelompom kerja mereka. Sebagai contoh , bahwa seseorang individu
dapat dihukum oleh kelompok kerjanya karena ia tidak dapat mencapai norma-norma
produktifitas kelompok dimana ia berada.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar